Tak tahukah kamu sayang, aku selalu memikirkanmu dan merindukanmu,
menghitung tiap harinya sampai kamu datang,aku juga tak mengerti kenapa aku bisa begitu menginginkan selalu dekat denganmu,
dengan simpelnya memutuskan untuk denganmu selamanyatapi aku takut terlalu berharap,
bukan takut tak berbalas, tapi takut sedihku jauh darimu akan setara dengan bahagiaku ketika dekat denganmu
Sebenernya sih pengen dikasih titel:
MERANTAU
Hoho, terdengar seram kalo pake istilah itu. Selain itu juga tidak seberat itu di sini, jadi lebih baik dikasih judul Jakarta Journey aja. Yak, tujuan awal saia berangkat ke ibukota adalah karena adanya undangan interpiu dari IBM. Karena interpiu saia di jadwal hari selasa, maka saya berniat untuk tiba di jakarta at least H-1, hari Senin. Jadilah saia berangkat ke Jakarta pada hari Ahad sore dengan bus Rosalia Indah, biar turunnya di Lebak Bulus, trus sekali naek bus dah sampe di halte UI dan tinggal jalan ke rumah mas Dos yang bakal jadi penginapan saia selama di ibukota. Kebetulan juga ada kakak saya yang satu lagi, mas Azwar yang adeknya kakak saya yang juga lagi di sana dengan tujuan yang sama walopun melamar di tempat yang berbeda.
Setelah 15 jam penuh ngilu dan liku di bangku no.5A, akhirnya saia tiba di tempat tujuan dan ternyata yang saia temui pertama di rumah mas Dos adalah, jeng jeng jeng…

PES 2009 !! OMG, oh mai God, lebih parahnya lagi Messi ni lagi nampang di LCD gde, hoo, mangstab gan !! *firasat saia sudah mulai buruk nih, susah prihatin kalo gini, hehehe..*
Belum selesai sampai di situ, nunduk dikit nampak decoder antena Indovision dan PCMCIA powered by IM2 yang terpasang di sana. Ya, sudahlah, nyalain AC, pilih pegang remote, keyboard, atw joystick nih jadinya ?? *thx Bro for the Hacker Headquarter* ![]()
Sesiang wal sesore saia terlena, terlupa pada misi saia ke barat mencari kitab suci, eh salah ke Jakarta melamar pekerjaan. Tapi don’t worry pemirsa semuanya, ba’da magrib saia sudah taubat, makan malam dan lanjut briefing buat besok, mulai dari rute mencapai menara BCA sampe gimana caranya mensiasati wawancara esok hari, tak lupa mencukupi nutrisi dan tidur awal.
Tiba-tiba saia terjaga karena alunan musik dugem yang ternyata berasal dari henpon kakak saya yang dijadiin dering alarm beradu dengan ayat-ayat suci Al-Quran dari masjid depan rumah menanti waktu subuh tiba. Sudah jatuh tertimpa tangga, sudah terlanjur bangun ya mandi sekalian aja. Kelar prepare, akhirnya saia melaju ke Thamrin dengan Suzuki Thunder. Perjalanan yang macet pagi itu malah membuat adrenaline saia terpacu, hohoho, asik juga ngebut di Jakarta pagi-pagi soalnya rata-rata pengguna jalan juga pada kenceng naik motor/mobilnya.
Tidak dinyana tidak dikira, setelah kurang lebih pukul 6.20 tempat yang dicari sudah teridentifikasi. Terlalu pagi untuk memasuki gedung ini, pikirku. Akhirnya diputuskan untuk bablas dulu sampe ke Gambir untuk beli tiket pulang ke Solo naek Arga Dwipangga keesokan harinya. Jam 8 kurang dikit kuputuskan untuk naek ke lantai 50 untuk bertemu dengan calon tenaga kerja IBM lainnya.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya saatnya datang juga, bukan namaku dipanggil untuk masuk ke ruang interpiu, tapi tiba juga coffee break untuk dinikmati, hohoho. Setelah nyruput teh panas kusempatkan ngobrol dengan mbak yang duduk di dekatku, sekedar biar gak nampak kikuk di debut interpiu ku ini. Ternyata dia anak UI, jurusannya Akuntansi, pastinya dia akan mengisi slot yang berbeda denganku di sini. Belum lama ngobrol, datang mbak-mbak (karena ada 2 mbak) dari divisi HR untuk ngasi tau beberapa info plus manggil siapa-siapa yang akan duduk di kursi panas menemui para interpiuer. 30 menit setelah kloter pertama dipanggil, tiba waktunya namaku disebut 3 kali sambil menginjak bumi 3 kali juga untuk menemui Mr. Interpiuer. Wawancara pertama selesai dengan penuh senyum sebab yang nginterpiu kocak rupanya. Kembali ke ruang tunggu aku bertemu mbak yang tadi di depan lounge, kutanya kenapa dia malah pulang, dia jawab dia dapet instruksi suruh pulang dulu nanti dikabarin lagi. Duh, dah mulai H2C ni.
Ternyata…
Saia mendengar hal yang berbeda dari si mbak tadi, bukan disuruh pulang, tapi malah disuruh kembali lagi setelah jam makan siang untuk lanjut ke interpiu kedua.
Oro?
Hoo, berarti saia lanjut, berarti bisa juga lanjut keesokan hari mengingat banyaknya pelamar yang ngantri hari ini. Intinya tiket yang baru ditebus pagi tadi harus bisa diuangkan lagi, bagaimanapun caranya! Akhirnya kuputuskan balik ke gambir lagi naek ojek buat nukerin tiket. Beruntunglah wahai abang Ojek di sana, anda mendapat keuntungan mengantar saia. Sebelum menerima helm bathok non-standar saya tanya dulu dengan satu kata singkat “Berapa?”. Nah ini, tanpa ragu dia bilang bahasaGaulnyaEmpatPuluhRibu yang tidak saia pahami. Sekali lagi saia tanya “Berapa?”. Kali ini dia jawab “40 rebu!”. Nah, baru ngerti saia, dan tentu saja bisa nawar dengan pede ”20 aja bang!”, tanpa ragu juga dia berargumen “20 rebu sekali jalan, kalo bolak-balik 40″
Whaattt ???
Emang kalo kunaikin sampe Gambir dia gak balik lagi po kesini, ke pos nya ?? Hmm… AKhirnya terjadilah titik equilibrium yang menurutku masih bikin aku merugi, 30 ribu. Saia tidak menyerah, harus ada added value dari servis ojeknya kali ini. Akhirnya di perjalanan saia todong dia untuk bercerita banyak, termasuk restricted topic dan sensored words, hohoho. Akhirnya aku berhasil mengambil 75% dari uang tiketku. Lumayanlah, alhamdulillah…
Silakan mengunduh materi kuliah yang telah disampaikan sampai pertemuan pada minggu terakhir sebelum mid semester. Kode sumber yang digunakan untuk latihan di kelas bisa dilihat pada modul. Selamat belajar, jangan lupa berdoa, semoga sukses ujian!
![]()
Link download materi
ketika harus waspada, kutanggalkan semua tanya curiga..
tiba saat kembali tumbuh percaya, duga sangka sesak penuhi kepala..

Apache Tomcat is sometimes referred to as “Jakarta Tomcat” since the Apache Java effort is known as “The Jakarta Project”. This Tomcat tutorial covers version 6.0.16, but the steps are almost the same for any Tomcat 6.0.x version. Although such integration is valuable for a deployment scenario (see http://tomcat.apache.org/tomcat-6.0-doc/), here I want to use Tomcat as a development server on my desktop. Regardless of what deployment server I’ll use later, I need a standalone server on my desktop to use for development before get it on the “real” server. lanjut sob !!
Jangan tertipu judulnya lho, postingan ini bukan berisi tentang reuni para pemilik ponsel-ponsel 3G, bukan pula reuni tengkulak ponsel 3G apalagi pakar-pakar telekomunikasi yang mafhum benar soal 3G. Trus apa, sob? Hehe, ini saya mau cerita tentang acara kumpul-kumpul temen-temen satu angkatan pas esempe dulu. FYI, saya adalah lulusan esempe negri empat surakarta taun 2003. Nah, di sekolah saya ini kelas agak beda dengan esempe lain, karena nggak ngocok. Santai sob, lanjut sob !!
Pepatah dari zaman peralihan berkata “Setiap orang punya sisi narsis.” Saya percaya itu. Beberapa ABG (Anak Baru Gedhe) dan AUG (Orang Udah Gedhe) bahkan juga OKG (Orang Kelewat Gedhe) jaman millenium ini lebih sering mengimplementasikan bentuk kenarsisannya dengan memfoto diri sendiri dalam berbagai pose yang keren (bagi yang memang keren), imut (bagi yang emang beneran imut), ataupun dengan gaya sok keren dan sok imut.
Saya narsis juga! Dan mumpung saya dapat PR dari mas Joe sekalian deh saya manpaatin kenarsisan ini, huehehehe. Nah, daripada capek-capek berpose sambil memicingkan mata melirik kamera hape, mending saya tulis aja deh subyektivitas saya tentang diri saya, setidaknya dalam 10 hal berikut ini.
Lega. Itulah kira-kira yang terpancar di raut muka seseorang yang berhasil melakukan ekskresi setelah beberapa hari mengalami kosntipasi. Begitu juga aku hari ini, setelah menemukan waktu tepat mmembludaklah ide tertahan selama ini karena obstipasi diksi. Eh, eh, tapi bukan karena gak ada ide lho, tapi gara-gara terjebak dalam rutinitas yang melelahkan dan agenda mendadak. Walhasil, ya tadi, obstipasi diksi ketika udah berada di depan text editor.
Hari ini tadi aku serasa kulalui dalam tempo yang sangat lama, serasa berhari-hari. Weits, bukan karena menunggu jadi kerasa lama. Bukan pula karena hari ini sabtu malam minggu jadi berasa malam panjang. Trus kenapa? lanjut sob !!





Apa kata dunia?